Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Iran, menyatakan bahwa Teheran akan menanggung konsekuensi “mengerikan” atas setiap serangan yang dilancarkan oleh kelompok Houthi di Yaman. Peringatan ini menyusul serangkaian serangan udara oleh militer AS akhir pekan lalu guna mencegah aksi Houthi.
Tindakan Trump dan Tuduhan Terhadap Iran
-
Tanggung Jawab Iran: Setiap tembakan dari Houthi akan dianggap sebagai berasal dari Iran, demikian Trump tegaskan melalui media sosial Truth Social, seperti dilaporkan oleh Al Arabiya pada Selasa (18/3/2025).
-
Amandemen Konsekuensi: Trump menuduh Iran mendukung dan mengarahkan serangan-serangan Houthi dengan menyediakan senjata, dana, peralatan militer canggih, serta intelijen. Ia memperingatkan bahwa Iran akan bertanggung jawab dan menghadapi konsekuensi mengerikan atas setiap insiden tersebut.
-
Penegasan Terhadap Houthi: Trump memperingatkan agar tak ada yang terkecoh, sambil menyebut Houthi sebagai “mafia dan penjahat” yang benci oleh rakyat Yaman. Ia menegaskan bahwa semua serangan berasal dari Iran.
Serangan Udara AS dan Reaksi Houthi
-
Sasaran Serangan: Serangan udara AS, yang menurut otoritas kesehatan Yaman yang dikuasai Houthi menewaskan setidaknya 53 orang, termasuk lima anak, bertujuan melawan Houthi di Yaman.
-
Alasan Tindakan: Trump menjelaskan bahwa tindakan militer AS dilakukan untuk mengakhiri ancaman terhadap pelayaran di Laut Merah yang dilakukan oleh Houthi, serta menuntut agar dukungan Iran terhadap Houthi segera dihentikan.
-
Ancaman AS: Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, bersumpah akan terus menyerang Houthi hingga serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah dihentikan. AS juga memperingatkan kemungkinan serangan terhadap kapal dan aset Iran yang membantu Houthi.
Reaksi dan Klaim Houthi
- Respons Houthi: Biro politik Houthi menyebut serangan AS sebagai “kejahatan perang” dan menyatakan siap menghadapi eskalasi. Meski demikian, kelompok ini juga mengklaim telah menyerang kapal induk AS, USS Harry S Truman, dengan drone dan rudal, yang disangkal oleh militer AS.
Situasi terus dipantau mengingat eskalasi konflik antara AS, Houthi, dan klaim keterlibatan Iran dalam serangan di Yaman.